Mengembangkan Potensi Paralegal di Lampung

February 10, 2018

Sri Aryani gave explanation on evidence

Justice Without Border (JWB) dan Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) pada tanggal 24 Januari 2018 kembali mengadakan pelatihan “Pengelolaan Kasus dan Identifikasi Klaim Ganti Rugi untuk Pekerja Migran Indonesia” di Lampung.

Salah satu hal yang sangat ditekankan oleh Bapak Hariyanto dari SBMI adalah pentingnya memiliki Standard of Procedure (SoP) untuk paralegal dan mengikutinya SoP yang sudah disepakati tersebut. Bapak Robidin dari SBMI juga menegaskan, “Paralegal harus mengetahui undang-undang yang paling mutakhir dan jangan takut untuk melaporkan pelanggaran. Namun, jangan lupa untuk tetap berhati-hati”. Meskipun dari 20 peserta yang menghadiri pelatihan, hanya 4 dari peserta yang telah sebelumnya menangani kasus, tapi hal ini tidak menghalangi para peserta untuk aktif. Tidak jarang saat penyampaian materi para peserta melontarkan pertanyaan-pertanyaan, seperti legalitas seorang paralegal dan bagaimana cara kerja paralegal dilapangan.

Pihak JWB melalui Ibu Sri Aryani juga menyediakan materi-materi mengenai identifikasi kasus. Sebelum diberikan materi tersebut para peserta dimintakan untuk mencoba melakukan identifikasi kasus secara berkelompok dan membahasnya dengan satu sama lain dan baru kemudian JWB menjelaskan materi-materi tersebut. Hal ini bertujuan agar peserta lebih mudah mendapat gambaran kasus-kasus apa saja yang sering terjadi pada buruh migran dan cara yang paling tepat dalam menanganinya.

Hingga dipenghujung acara sekalipun para peserta tetap antusias dalam mengikuti acara. Pertanyaan-pertanyaan tidak kunjung dilontarkan oleh para peserta tersebut. “Semoga kedepannya antara JWB dan SBMI bisa bekerjasama dengan organisasi lain, kepolisian, maupun kejaksaan dalam rangka menangani kasus demi tercapainya keadilan”, ujar Firza, peserta pelatihan. Diharapkan kedepannya para peserta dapat menggunakan informasi yang diberikan dalam pelatihan dalam membantu buruh migran mencapai keadilan.

Sebagai tugas, para peserta diharuskan untuk menangani satu kasus. Pihak JWB dan SBMI juga akan mengadakan tindak lanjut asistensi penanganan kasus 1 bulan setelah diadakannya pelatihan. Namun antusiasme peserta jauh lebih cepat dari tenggat waktu yang kami berikan untuk datang kembali dan mengevaluasi kasus yang mereka tangani.

Salah seorang peserta pelatihan yang mendapatkan laporan langsung tentang pelecehan seksual dari seorang pekerja migran di Bahrain pun merujuk kepada JWB untuk ditindaklanjuti. JWB dan Kementerian Luar Negeri pun langsung bertindak cepat dan berhasil menyelamatkan buruh migran tersebut. Kesuksesan dari pelatihan di Lampung ini adalah dapat dilihatnya materi pelatihan yang langsung dipraktekan oleh peserta.