Keadilan Bagi Mereka yang Telah Kembali ke Negara Asalnya: Pengadilan Buruh di Hong Kong Mengabulkan Konferensi Video Pertama dalam Kasus Pekerja Migran

May 15, 2019
Category: Bahasa | Cases | Our work

Pulang ke negara asal seringkali dianggap sebagai akhir dari perjuangan bagi pekerja migran yang mencari keadilan terhadap pelaku kekerasan yang menimpa mereka di Hong Kong.

Hal tersebut kemudian berubah pada 19 Februari 2019, ketika Pengadilan Buruh Hong Kong mengeluarkan keputusan pertama yang mengizinkan pekerja migran untuk melanjutkan kasus mereka melalui konferensi video dari Filipina.

Kejadian ini merupakan persetujuan pertama yang mengubah undang-undang di atas kertas, dan menjadi mekanisme yang dapat diakses oleh pekerja lainnya.

Satu Kemenangan Pekerja Memberikan Dampak Abadi untuk Semua Pekerja

Klien JWB, Joenalyn Domingo, telah menempuh jalan panjang untuk mencapai hasil ini. Dia telah meminta kompensasi terhadap majikan sebelumnya karena pemecatan secara tidak adil sebelum meninggalkan Hong Kong, tetapi dalam perjalanan kasus, seorang anggota keluarga Domingo yang jatuh sakit dan memaksanya untuk kembali ke Filipina, meninggalkan kasusnya dalam keadaan terbatas dan tidak pasti. Dengan adanya konferensi video, dia dapat mengupayakan ganti rugi atas pemecatan yang tidak adil tanpa harus terbang ke Hong Kong.

Kasus Domingo adalah kemenangan bagi ratusan ribu pekerja migran di Hong Kong yang mengalami kondisi yang serupa dengan Domingo. Selama ini, banyak pekerja harus memutuskan antara tinggal berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun di Hong Kong untuk memperjuangkan kasus mereka, atau menyerah, berhenti mengejar klaim mereka dan pulang. Banyak dari mereka yang memutuskan untuk mengambil kompensasi yang sangat kecil atau memutuskan untuk tidak mencari ganti rugi sama sekali.

Para pekerja dengan kasus serupa sekarang dapat kembali ke rumah tanpa membuat pilihan sulit tersebut. Mantan pekerja migran dapat melanjutkan hidup tanpa melepaskan hak mereka di Hong Kong. Secara kritis, hal ini juga berarti menegaskan bahwa majikan yang buruk tidak dapat lepas dari tanggung jawab dengan menyeret mereka walau mantan pekerja mereka pulang.

Latar Belakang Litigasi: Puncak Dua Tahun Litigasi Strategis

Kemenangan monumental ini memakan waktu yang lama dalam pembuatannya, dan dapat menjadi preseden yang jelas untuk kasus-kasus di masa depan Kemenangan ini mengikuti putusan Pengadilan Tinggi yang sebelumnya dalam kasus yang sama, menegaskan hak pekerja untuk meminta akses konferensi video di Tribunal. Putusan Pengadilan Tinggi juga menetapkan pedoman yang jelas untuk menggunakan konferensi video. Sebelumnya pengadilan telah menggugurkan kasus Domingo, tetapi Pengadilan Tinggi meninjaunya kembali dengan instruksi untuk mendengarkan kembali kasus tersebut.

Keputusan terbaru menegaskan untuk semua pekerja migran bahwa kesaksian konferensi video adalah kemungkinan nyata.

Kemenangan ini adalah upaya tim JWB mengambil kasus ini dengan rujukan dari organisasi  HELP for Domestic Workers (HELP), sebuah organisasi garis depan yang berbasis di Hong Kong. JWB bekerja dengan HELP dan mitra-mitranya, termasuk  Konfederasi Serikat Buruh Hong Kong (HKCTU), Federasi Serikat Hong Kong tentang Pekerja Rumah Tangga Asia (FADWU), Aliansi Pro Bono Internasional yang berpusat di Filipina, Mitra Senior Ms. Kareena Teh dan tim pro bono pengacara dari EY Law, dan kelompok yang membantu Domingo membuat permohonan konferensi video pada tahun 2017.

Shiella Grace Estrada, pengurus dari serikat yang mewakili Domingo tentang keputusan terakhir dari Pengadilan Tinggi mengatakan, “Saya sangat senang. Dari persidangan pertama ke Pengadilan Teknologi, itu luar biasa. Saya berpikir tentang banyak pekerja migran yang akan pergi ke Justice Without Borders dan FADWU dan meminta bantuan seperti ini di masa depan. Ada banyak pekerja migran yang berusaha mencari keadilan. ”

Kemenangan Kedua: Representasi Serikat

Pengadilan Perburuhan juga menegaskan bahwa pengurus dari serikat dapat mewakili pekerja yang menghadiri pengadilan dari luar negeri. Dengan adanya peraturan yang melarang pengacara mewakili pihak di Pengadilan, maka pekerja yang sudah berada di negara asalnya harus bergantung pada perantara lokal untuk mengelola kasus ini. Keputusan Pengadilan memastikan bahwa pekerja mendapatkan representasi yang mereka butuhkan untuk membantu menangani kasusnya di Hong Kong sebelum, selama, dan setelah konferensi video.

 

Kasus ini diliput juga di …

South China Morning Post, 20 Februari 2019 :  Landmark decision’ by Hong Kong Labour Tribunal lets domestic helper appear at hearing via video link from the Philippines
HK01, 20 Februari 2019: 勞資審裁處首准外傭視像作供 團體:突破性決定 
RTHK, 20 Februari 2019:Laporan berita dan cuplikan siaran radio: Labour Tribunal ruling to allow video testimonies.
Oriental Daily, 20 Februari 2019: 菲傭向前僱主追8.59萬薪金 勞審處首准越洋視像作供
Hong Kong Free Press, 21 Februari 2019: Hong Kong Labour Tribunal allows foreign domestic workers to testify by video when seeking compensation