Keadilan bagi Rita: Upah Yang Ditahan 5 Tahun Akhirnya Diakui Secara Resm

October 13, 2017
Category: Berita

 

Legal Victory

Lima tahun setelah majikannya menahan sebagian dari gajinya, klien kami, Rita*, akhirnya menjadi kreditur resmi melawan majikannya.

Rita meninggalkan Indonesia untuk bekerja di Singapura pada tahun 2010 dan kembali pulang pada tahun 2012. Hanya mendapatkan gaji beberapa bulan selama dua tahun kerja, majikannya berjanji akan mengirimkan uangnya setibanya ia di kampung halaman. Tak dinyata, majikannya hanya membayar sejumlah kecil sisa gajinya. Upaya Rita menagih kepada majikannya, tak berbuah hasil.

Hampir 5 tahun berselang, Seruni, sebuah LSM lokal di Banyumas, merujuk kasus tersebut ke Justice Without Borders (JWB), berharap bahwa kasus tersebut dapat diselesaikan, meskipun Rita telah cukup lama meninggalkan Singapura. Beruntung, tuntutan Rita belumlah terlambat untuk diselesaikan.

JWB kemudian bekerjasama dengan  Drew & Napier LLC, sebuah firma hukum yang berbasis di Singapura, untuk menyiapkan proses litigasi melawan majikan Rita. Belakangan diketahui, majikan Rita ternyata telah dinyatakan bangkrut, dan upaya hukum tidak dapat dilakukan.

Mengingat tidak semua hartanya habis, majikan Rita diharuskan tetap membayar beberapa utangnya dan pemerintah kemudian menunjuk seorang Pengawas Resmi untuk mengawasi tuntutan pembayaran hutang dan proses pelunansannya. Drew & Nappier pun memulai proses pendaftaran piutang agar diakui sebagai utang yang harus dibayar oleh majikannya. Dengan cara itu, Rita berpeluang mendapatkan posisi resmi sebagai kreditur, termasuk mendapatkan hak atas sejumlah gaji yang bertahun-tahun tidak dibayar.

Upaya ini berhasil. Tuntutan Rita tidak hanya diakui, ia juga menjadi kreditur resmi melawan majikannya. Kini, masa pembayaran tinggal menghitung hari.

 

Kemenangan yang Datang sebelum Pembayaran

Meskipun belum adanya kejelasan terkait waktu dan jumlah pembayaran atas haknya, Rita menyatakan bahwa ia senang atas hasil yang didapat. Setelah lima tahun majikannya tidak mengakui adanya utang atas Rita. Sistem hukum Singapura pun mengubah kondisi itu. Adanya pengakuan resmi telah memberi Rita pesan moral bahwa keadilan adalah sesuatu yang ia butuhkan meskipun ia telah kembali ke rumah.