Pekerja Rumah Tangga yang Dipecat secara Tidak Adil karena Kehamilan Berhasil Mendapatkan Kompensasi dari Indonesia

May 14, 2019
Category: Cases
Komunitas paralegal di Indonesia telah melaporkan kasus pekerja yang mendapatkan  diskriminasi ketika mereka hamil

Kisah Mawar

Mawar* hamil ketika mulai bekerja sebagai pekerja rumah tangga di Hong Kong. Setelah memberi tahu majikannya tentang kehamilannya, dia mulai menghadapi tekanan dari sang majikan untuk mengundurkan diri. Khawatir akan pekerjaannya, dia meminta saran dari Pathfinders, NGO yang ada di Hong Kong. Yakin bahwa sesaat situasinya bisa teratasi, ia kembali ke Indonesia dengan apa yang ia pahami adalah sebagai cuti hamil. Dia baru tahu kemudian bahwa majikannya telah memutuskan kontraknya.

Mencari Keadilan dari Luar Negeri untuk Pemutusan Kontrak Kerja yang Tidak Adil

Pathfinders melibatkan Justice Without Borders untuk membantu Mawar dari luar negeri. JWB melibatkan tim pengacara Simmons & Simmons untuk membantu Mawar secara pro bono. Pengacara-pengacara ini dengan cepat bertindak untuk menyelidiki masalah ini, dan segera menemukan bukti yang memberatkan pihak majikan Mawar.  Majikannya telah terbukti meminta agen tenaga kerja Mawar untuk menekannya agar Mawar mengundurkan diri.

Perkembangan fakta lapangan yang cepat ini menggarisbawahi betapa pentingnya jalur internasional terhadap bantuan hukum. Pemecatan Mawar akan membuatnya terdampar di luar Hong Kong, tanpa ada cara lain untuk mencari kompensasi dari majikannya. Dengan bertindak sebagai jembatan antara Mawar dan sistem peradilan di Hong Kong, JWB melihat taktik yang umum digunakan oleh majikan yang tidak bermoral yaitu mengeluarkan karyawan dari luar negeri sehingga majikan dapat lepas dari tanggung jawab.

Kami melihat kasus Mawar sebagai contoh utama tentang apa yang dapat dicapai apabila organisasi lintas batas bekerja sama. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penyelesaian kasus ini juga relatif mudah sehingga orang lain dapat melakukan hal yang sama di masa depan. JWB menyiapkan pernyataan dan membantu klien kami mengajukan klaim ke Pengadilan Buruh dan Komisi Persamaan Kesempatan (EOC), yang dimulai dari proses negosiasi. Pengacara pro bono kemudian mendapatkan penyelesaian sebesar HK $ 30.000 (US $ 1.658), ini merupakan jumlah yang signifikan di Kota asal Mawar. Mawar kemudian menerima uang itu, memungkinkannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan bayinya.

Tim JWB Indonesia mereview kasus yang dirujuk oleh partner organisasi garis depan

Keadilan Lintas Batas, Keadilan untuk Semua

Kasus Mawar adalah salah satu dari beberapa kasus lintas batas yang terselesaikan dengan sangat cepat, kami dan mitra kami berniat untuk tidak menjadikan kasus tersebut sebagai yang terakhir yang dapat diselesaikan dengan cepat. Kami berterima kasih kepada PathFindersSimmons & Simmons dan  Konfederasi Serikat Buruh Hong Kong Hong Kong (HKCTU) atas kontribusi mereka dalam kasus ini.

Kemenangan ini adalah bagian dari upaya uji coba kemampuan JWB bagi pekerja migran, untuk membuka akses keadilan bagi semua korban. Mawar adalah salah satu dari banyak pekerja migran yang aksesnya terhadap keadilan terhambat oleh jarak yang memisahkan Hong Kong dan negara asal mereka. Pekerja sering merasa sangat sulit untuk tetap berada di wilayah yurisdiksi cukup lama untuk mengejar klaim secara lokal. Karena klaim dapat memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, pekerja menghadapi tekanan dan kegundahan untuk kembali ke rumah dan mencari pekerjaan baru. Mereka yang menderita trauma juga sering ingin kembali ke rumah sesegera mungkin.

JWB mengajukan klaim kasus-kasus perdata di Hong Kong dan Singapura seperti upah yang belum dibayar, pembayaran biaya agensi yang berlebihan, dan penyiksaan. Kami menyiapkan kasus-kasus yang sesuai untuk pengembangan dan menempatkannya dengan mitra firma hukum kami. Kami mengikuti perkembangan kasus, membantu pengacara pro bono sebagai penerjemah untuk wawancara dengan klien, pengumpulan bukti, dan tetap berhubungan dengan klien yang mungkin tinggal di daerah pedesaan.

* Nama telah diubah untuk melindungi identitas klien